Kapolda Metro Jaya:Tidak Mungkin ada Nakes Tak Lolos di Pos Penyekatan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan, hanya pekerja di sektor esensial dan kritis yang hanya bisa bekerja di kantor selama PPKM darurat.

PPKM Darurat dilaksanakan di Jawa dan Bali mulai 3 hingga 20 Juli guna menekan mobilitas penduduk agar penularan COVID-19 menurun.
“Esensi dan kritis tentunya kita kasih umpan,” kata Fadil, Senin (5/7).

Meski begitu, seorang tenaga kesehatan di Jakarta Timur diberitahu jika tidak melewati koil di isolasi PPKM pasca darurat. Bahkan, dia mengenakan seragam dan menunjukkan KTP saat melintasi posko.

Ia menambahkan, ada rekan-rekan yang tidak memenuhi syarat untuk jabatan tersebut meski dokumen isolasinya sudah lengkap. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/7).

Terkait hal itu, Fadil dengan tegas membantahnya. Ia mematikan tidak ada tenaga medis yang tidak lolos di pos isolasi. Tapi dengan catatan dia harus menunjukkan surat tugas.

“Ndak, ndak mungkin. Pasti kita suka lewat. Ya (asal ada surat tugas),” kata Fadil.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Jatim itu mengatakan, polisi tidak akan membiarkan pengguna jalan yang mengaku sebagai tenaga kesehatan.

“Kalau mengaku sendiri aja engga pasti dikasih. Tapi kalau jelas, kita kasih,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*