Indonesia Menunda Vaksin AstraZeneca, Menunggu Review WHO

 

Indonesia akan menunda pemberian vaksin COVID-19 AstraZeneca ( AZN.L ) karena adanya laporan pembekuan darah di antara beberapa penerima di Eropa dan akan menunggu peninjauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata menteri kesehatannya pada hari Senin.

European Medicines Agency mengatakan tidak ada indikasi bahwa kejadian tersebut disebabkan oleh vaksinasi, pandangan yang digaungkan oleh WHO pada hari Jumat, sementara AstraZeneca mengatakan pada hari Minggu bahwa tinjauannya tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko penggumpalan darah. Baca selengkapnya

“Untuk konservatif, BPOM menunda penerapan AstraZeneca (vaksin) karena menunggu konfirmasi dari WHO,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sidang parlemen, Senin.

Indonesia menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui skema aliansi vaksin COVAX bulan ini dan akan menerima sekitar 10 juta lagi dalam dua bulan ke depan.

Thailand, yang menjadi negara pertama di luar Eropa yang menunda penggunaan suntikan AstraZeneca pada hari Jumat, berencana untuk mulai menggunakan vaksin pada hari Selasa, kata para pejabat, dengan perdana menteri dan kabinetnya yang pertama menerimanya. Baca selengkapnya

Keputusan tersebut akan meninggalkan Indonesia dengan hanya satu vaksin yang disetujui, yang dikembangkan oleh China Sinovac Biotech (SVA.O) , untuk digunakan dalam upaya vaksinasi nasional.

Program imunisasinya dimulai pada Januari dan menargetkan mencapai 181,5 juta orang dalam setahun.

Negara Asia Tenggara telah bergulat dengan wabah terburuk di wilayah tersebut, mencatat lebih dari 1,4 juta infeksi dan 38.500 kematian.

Sumber : Reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*